Awan Berbentuk Wajah Setan
Seorang wisatawan Inggris yang tertahan di Venesia akibat krisis abu vulkanik secara tidak sengaja mengambil gambar menakjubkan.
Gambar itu berupa awan berbentuk wajah setan yang menyeringai di atas sebuah gereja.
Seorang wisatawan Inggris yang tertahan di Venesia akibat krisis abu vulkanik secara tidak sengaja mengambil gambar menakjubkan.
Gambar itu berupa awan berbentuk wajah setan yang menyeringai di atas sebuah gereja.
Mungkin yang paling terkenal dari semua foto penampakan hantu dan sangat kontroversial di 1936 foto ini diambil oleh fotografer yang dikirim oleh London Public lifestyle magazine untuk mengambil beberapa foto misteri interior Raynham Hall di Norfolk, Inggris.
Selama ribuan tahun para ilmuwan masih diselimuti misteri soal bagaimana mayat-mayat kuno di Kepulauan Sardinia rata-rata dalam kondisi wajah mayat tersenyum.
Sebagaimana diberitakan National Geographic, Kamis kini setelah 2.800 tahun berlalu, mereka berhasil mengungkap bahwa ada bahan tanaman yang mampu membuat orang bisa tersenyum menjelang ajalnya. Tanaman ini diduga dapat membuat tampilan wajah si mayat seperti tersenyum.
Mempertontonkan jenglot kepada khalayak bukan sesuatu yang melanggar ‘adat istiadat’ jenglot. Namun, penempatan jenglot di tempat yang terang benderang merupakan sebuah pelanggaran ‘tata krama’ kultural sosial kaum jenglot yang identik dengan dunia malam.
JENGLOT yang ditemukan Mbah Lamidi pada Jumat, 8 Mei 2009, di Desa Ngadiluhur, Balen, Bojonegoro (Surya, 13/5/2009) merupakan makhluk ‘jadi-jadian’ murni dari wujud aslinya yang abstrak, mistis dan supranatural. Jenglot itu perwujudan jasmani jin (setan) yang asalnya mustahil diraba, disentuh atau dipandang secara kasat mata manusia. Kecenderungan jin mengubah wujud, tak lepas dari permintaan paranormal yang menemui dan ‘melobinya’.
Biasanya, paranormal lebih dulu memenuhi sejumlah permintaan ‘unik’. Misalnya, harus menyediakan darah segar hewan, tulang belulang hewan gorengan bekas dimakan, kotoran hewan, kemenyan (dupa) yang dibakar atau sisa-sisa makanan manusia setiap hari untuk makanan si jenglot. Ada jenglot yang menuntut darah segar manusia, tapi makanan favorit jenglot adalah darah segar hewan dan bau kemenyan dibakar yang berbau wangi.
Pada dasarnya, jenglot menyukai tempat gelap (remang-remang). Aktivitas jenglot akan kelihatan nampak di malam hari sampai sebelum fajar Shodiq (Subuh) tiba (sekitar pukul 04.00 WIB). Jika suara ayam berkokok di pagi hari (sekitar pukul 03.00 WIB), segenap jin (jenglot) akan mengakhiri aktivitas kehidupannya. Intinya, tenggang waktu antara matahari terbenam hingga terbit di pagi hari, adalah masa-masa rutinitas kehidupan jenglot.
Mbah Lamidi menangkap jenglot pagi hari, pukul 02.00 WIB, atau masa-masa di mana para jenglot sibuk mencari makan. Penangkapan jenglot tak mudah. Pendekatannya lewat semedi, yang harus mengorbankan ideologi keagamaan. Misalnya, kewajiban salat lima waktu harus ditinggalkan, larangan mengakui Al Quran sebagai kitab suci, larangan menyentuh air untuk mandi dan wudu, larangan menyembelih binatang dengan menyebut nama Tuhan, harus menyebut nama seorang jin atau juga diperintah membaca mantera syirik.
Jenglot berkelamin wanita lebih mudah ditangkap bila yang menangkapnya paranormal laki-laki. Sebaliknya, paranormal wanita lebih disukai jenglot jantan (laki-laki). Perbedaan gender ini mempercepat komunikasi paranormal dan jenglot. Bahkan, bila si jenglot timbul rasa ‘cinta’, proses ‘evakuasinya’ sangat mudah. Penulis justru takut dan khawatir jika jenglot yang ditangkap Mbah Lamidi berjenis kelamin perempuan dan sudah mencintai Mbah Lamidi.
Bisa saja jenglot itu di kemudian hari mendatangkan persoalan bagi Mbah Lamidi dan keluarganya. Harapan penulis, jenglot hanyalah jenglot mistis yang butuh makanan. Lalu dia ‘menebeng’ makan di rumah Mbah Lamidi. Bila perkiraan ini benar, penulis dapat pastikan, jenglot Mbah Lamidi sudah berumur tua dan tidak mampu bersaing mencari makanan. Solusinya, memanfaatkan Mbah Lamidi untuk menyediakan makanan setiap hari. Imbalannya, dia berubah wujud dari jasmani immateri menjadi jasmani materi (jenglot) yang dapat dilihat dan ditonton secara kasat mata.
Dendam Jenglot
Hakikat hidup jenglot adalah di alam immateri (gaib). Kalau ada jenglot yang menampakkan diri dalam kehidupan alam nyata manusia akan menimbulkan spekulasi terhadap si jenglot dan paranormal yang menghadirkannya (menangkapnya). Bagaimana mungkin jenglot bisa terjadi? Yang lucu, akhirnya lahir statemen kultusasi terhadap si dukun. Betapa ’saktinya’ dan beraninya si dukun.
Penampakan jenglot di dunia materi dipicu sebuah kesepakatan dan perjanjian ‘empat mata’ non-formal antara dukun dan jenglot. Jenglot adalah pihak yang sering kali melanggar perjanjian yang dibuat. Si paranormal dipastikan tidak dapat berbuat apapun untuk menuntut jenglot yang ‘mengkhianatinya’.
Bila si paranormal yang mengingkari kesepakatan atau perjanjian, si jenglot akan menuntut balas dengan cara-cara halus sebagai metode penyiksaan atau pembunuhan terhadap dukun atau keluarganya. Biasanya, si jenglot menghilang dan berubah wujud ke aslinya, lalu masuk ke dalam tubuh si dukun dan menyakitinya dengan sejumlah penyiksaan.
Yang umum, jenglot menusuk-nusuk tubuh dengan paku, silet, besi, jarum atau alat siksa yang ada. Sering kali kita jumpai, ada orang, melalui rontgen, ditemukan di dalam tubuhnya jarum, silet, paku dan lainnya. Ini adalah perbuatan santet, teluh, tenung atau sihir yang pelakunya adalah jin atau jenglot yang masuk ke dalam tubuh orang itu.
Tensi kemarahan jenglot (jin) lebih tinggi dari pada tensi kemarahan yang muncul dari manusia. Manusia diciptakan Tuhan dari unsur tanah, sedang jenglot diciptakan Tuhan dari unsur api. ‘Over’ tingginya suhu tensi kemarahan dalam diri setiap jenglot dapat dimaklumi dari asal-usul penciptaannya, yaitu api.
Dijauhi Saja
Mempertontonkan jenglot kepada khalayak bukan sesuatu yang melanggar ‘adat istiadat’ jenglot. Namun, penempatan jenglot di tempat yang terang benderang merupakan sebuah pelanggaran ‘tata krama’ kultural sosial kaum jenglot yang identik dengan dunia malam. Masalahnya, kalau malam hari para jenglot berkeliaran (baca : dugem). Tak mustahil warga yang menyaksikan penampakan salah satu jenglot di malam hari, diganggu atau dirasuki oleh jenglot lain.
Di zaman Rasulullah SAW, ada jenglot yang mengganggu salah satu isteri sahabat Rasulullah SAW. Ketika sahabat itu pulang dari medan perang, dia melihat isterinya berdiri di depan pintu sambil berteriak ketakutan, meminta tolong, karena ada ular besar di rumahnya.
Sahabat itu menghunus pedang dan berkelahi dengan si ular, yang ternyata sosok jenglot. Keduanyapun meninggal dunia.
Lalu, Rasulullah SAW bersabda,“Mintalah ampun, khususkan untuk Saudara kita ini! Dia tidak tahu, bahwa yang dia lawan adalah ular jenglot, bukan ular sesungguhnya.” Untuk itu, sebaiknya jenglot dijauhi, tidak usah diganggu atau ditangkap hanya untuk kepentingan komersial, pajangan, aksesori atau tontonan belaka. Kita punya dunia yang berbeda dengan mereka. Mbah Lamidi sebaiknya membiarkan jenglot hidup bebas di alamnya.
sumber : unik.us
Hidup Ita Susilawati (19), sontak berubah dalam dua tahun terakhir ini. Penyakit aneh yang diderita membuat fisiknya tak beda dengan perempuan berusia 70 tahun. Seluruh kulit warga Dusun IX Desa Sido Keno, kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan, ini mengeriput. Kantung matanya jatuh dan di perut muncul benjolan sebesar kepalan tangan.
“Kami sudah mengobatkanya ke mana-mana, tapi tidak ada hasil,” ujar ibunya, Ramlia (44), sambil menangis. Ita yang ditinggal pergi begitu saja oleh suami, Hendra Effendi (33), asal Binjai, kini benar-benar menjadi nenek-nenek.
Puteri Ramlia dan Durrahman (50), ini tak mampu berbuat banyak. Seluruh aktivitasnya terhenti total disebabkan oleh penyakit aneh. Tangan dan kedua kakinya kaku tak bisa digerakkan, padahal dulu semasa sehatnya, perempuan ini dikenal lincah dan pintar mencari uang, untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarganya. Ramlia mengaku, untuk mengobatkan Ita, segala macam usaha telah mereka tempuh.
Mulai dari penanganan medis hingga pengobatan alternatif. Namun, hasilnya tetap sia-sia. “Sudah lima puluh dukun (paranormal) yang kami datangi untuk mengobatkannya, tapi nggak berhasil,” kata dia. Penyakit aneh yang menimpa perempuan yang dulu bertubuh sintal dan cantik ini hingga kini tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Berbagai macam, hipotesis dilontarkan oleh paranormal dan dokter. Ramlia mengungkapkan, penyakit Ita divonis oleh tim medis Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan karena disebabkan alergi lingkungan. Penuaan dini yang terjadi dengan proses cepat menimpa anak kedua dari tiga bersaudara ini terjadi di pertengahan 2007 silam, atau enam bulan setelah pernikahannya dengan Hendra Effendi.
Ita membeberkan, diawali dengan gejala bintik-bintik merah di sekujur tubuh disertai rasa panas. Pada leher belakang dan paha kedua kakinya terdapat bekas telapak tangan manusia. Seminggu kemudian gejala ini diirigi pula dengan mulai melepuhnya kulit tubuhnya di sejumlah titik, terutama daerah sekitar dada dan perut. Bahkan, kini timbul benjolan di perutnya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Ita menyebutkan, penuaan dini ini terjadi tiga bulan setelah suaminya, Hendra pergi merantau meninggalkannya, di saat pernikahan mereka memasuki usia tiga bulan.
“Sampai sekarang dia tak pernah pulang menjenguk saya,” katanya. Menurut Ramlia, selain di RSU Dr Pirngadi Medan, awalnya Ita di rawat di RSU Kartini Kisaran. Namun, karena enam bulan dirawat tak jua sembuh, dia pun di rujuk ke Pirngadi. Hasilnya tetap sama, tak ada solusi yang ditawarkan tim medis untuk mengobati penyakit anehnya ini
Saya Sering Dipanggil Nenek
Kesedihan semakin mendalam dialami perempuan ini. Ita mengaku tak dapat menahan rasa sedih, apalagi setiap ada tamu yang datang ke rumah kelurganya. Sedih bercampur dengan perasaan lainnya, membuat airmatanya tak terbendung lagi. Lebih sedihnya, ungkap dia, sering orang menyangka dia sudah berusia lanjut. ”Saya sering dipanggil nenek. Sedih kali rasanya,” kata perempuan kelahiran 1991 itu. Boleh percaya atau tidak, tapi serangan penyakit aneh ini menyisakan cerita di luar akal manusia.
Ita mengaku, derita yang dideritanya selama dua tahun ini diawali dari mimpi yang berkepanjangan. Dia mengaku, setiap malam terus menerus mimpi dikejar tiga ekor ular kobra hingga akhirnya mimpi ini pun terwujud di alam nyata. Satu hari sebelum dia diserang gejala awal penyakit aneh itu, tiga ekor ular masuk ke rumah orang tuanya, yang akhirnya mati dibunuh saudaranya.
Besoknya, kaki dan tangannya mulai sakit dan kaku. Ita yang dulu berdagang pakaian di kampungnya kini hanya dapat pasrah.Tak ada yang bisa dilakukannya kini, selain menangis. Kulitnya pun makin hari makin mengeriput tanpa sebab yang diketahui secara pasti.
Ini bukan pertama kalinya terjadi penampakan di langit yang diasosiasikan dengan penampakan ular atau penampakan naga. Mungkin yang paling baru adalah kehebohan yang tercipta setelah harian epochtimes memberitakan munculnya “seekor naga” di langit kota Jilin, Cina, seperti yang terlihat di foto berikut ini.
Sebagian orang menyebut makhluk itu Ghoul, sebagian lagi alien. Yang lain menjulukinya monster rawa. Namun, kebanyakan orang menyebutnya monster Louisiana saja.
Foto makhluk misterius ini pertama kali dipopulerkan oleh NBC33tv.com, sebuah media yang cukup berpengaruh di Amerika Serikat, pada tanggal 10 Desember 2010. Dailymail.co.uk dari Inggris kemudian juga memberitakannya pada hari yang sama.
Kisah misteri sangat digemari. Apalagi kalau melibatkan hantu. Banyak yang tidak percaya, tetapi tak sedikit yang percaya adanya hantu. Yang takut mungkin lebih banyak walau tidak percaya.